Panduan pembayaran • 22 Oktober 2026
Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis: Contoh & Cara Pakai
Pahami siapa yang mengisi nominal, kapan kode dibuat, dan apa yang perlu diperiksa saat membayar.
Oleh Tim Editorial QQKUDA · 6 menit baca
QRIS statis: pembeli memasukkan nominal. QRIS dinamis: nominal sudah tercantum dalam kode yang disiapkan penjual. Keduanya tetap memerlukan pemeriksaan sebelum pembayaran dikonfirmasi.
Apa yang membedakan QRIS statis dan dinamis?
QRIS adalah standar pembayaran QR dari Bank Indonesia. Dalam Merchant Presented Mode (MPM), penjual menampilkan kode untuk dipindai pembeli. MPM statis tidak memuat nominal pembayaran; MPM dinamis sudah memuatnya. Perbedaan ini memengaruhi langkah di kasir, bukan sekadar tampilan kode. [1]
Tabel perbandingan QRIS statis dan dinamis
| Aspek | Statis | Dinamis |
|---|---|---|
| Nominal | Diisi pembeli | Sudah tercantum saat dipindai |
| Pembuatan kode | Kode yang sama untuk pembayaran berulang | Kode dibuat untuk transaksi tertentu |
| Media | Dapat berupa stiker atau papan | Dihasilkan perangkat atau sistem merchant |
| Pemeriksaan utama | Nama penerima dan angka yang diketik | Nama penerima dan kesesuaian nilai tagihan |
| Alur usaha | Sederhana untuk menerima berbagai nominal | Mendukung alur transaksi dengan nominal yang disiapkan kasir |
Dokumentasi BRIAPI menjelaskan bahwa kode MPM dinamis dibuat ulang untuk setiap transaksi, sementara kode statis dapat dipakai berulang. Fitur notifikasi dan integrasi mengikuti layanan penyedia. [2]
Contoh: membayar belanja Rp35.000
Ilustrasi berikut menunjukkan perbedaan langkah, bukan simulasi pembayaran sungguhan.
Dengan QRIS statis
Pembeli memindai kode di meja kasir, mengetik Rp35.000, memeriksa nama penerima dan nominal, lalu mengonfirmasi pembayaran.
Dengan QRIS dinamis
Kasir menyiapkan transaksi Rp35.000 dan menampilkan kode. Pembeli memindai, memeriksa nilai yang tampil, lalu mengonfirmasi pembayaran.
Jika total belanja sebenarnya Rp53.000, jangan lanjut hanya karena layar sudah terisi. Minta kasir memeriksa tagihan terlebih dahulu. Angka otomatis tetap perlu dibandingkan dengan pesanan.
Mana yang sesuai untuk kebutuhan usaha?
Mulailah dari cara kasir bekerja. Bila kebutuhan utamanya menerima pembayaran sederhana dengan nilai beragam, kode statis dapat menjadi pilihan praktis. Bila kasir perlu membuat nominal per pesanan, pertimbangkan dinamis. NICEPAY menjelaskan kedua jenis tersebut sebagai bagian dari MPM. [4]
Sebelum memilih, ajukan tiga pertanyaan kepada penyedia: bagaimana status diterima kasir, bagaimana transaksi dicocokkan dengan pesanan, dan perangkat apa yang dibutuhkan? Mintalah demonstrasi dengan skenario usaha Anda, termasuk ketika jaringan terputus atau pelanggan membatalkan pesanan.
Biaya dan batas transaksi yang perlu dicek
MDR merupakan biaya pemrosesan bagi merchant. Halaman QRIS Bank Mandiri merinci tarif menurut kategori usaha dan ketentuan nilai transaksi, bukan sekadar label statis atau dinamis. Halaman tersebut juga menyebut batas Rp10 juta per transaksi. [3]
Untuk membandingkan penawaran, pisahkan biaya transaksi dari biaya perangkat, langganan, atau integrasi jika ada. Minta rincian tertulis serta jadwal penyelesaian dana. Jangan menganggap kode dinamis otomatis membuat dana lebih cepat masuk rekening.
Checklist sebelum dan sesudah membayar
- Cocokkan nama penerima pada aplikasi dengan merchant yang sedang melayani.
- Bandingkan nominal dengan total belanja sebelum memasukkan PIN.
- Jika informasi tidak cocok, hentikan konfirmasi dan tanyakan kepada kasir.
- Setelah membayar, simpan nomor referensi dan periksa status di aplikasi.
- Jika status belum jelas, periksa riwayat sebelum mengulang pembayaran agar tidak membayar dua kali.
Penjual sebaiknya memverifikasi transaksi pada sistemnya sendiri. Untuk pembahasan lanjutan, baca cara memeriksa bukti pembayaran dan panduan transaksi pending.
Pertanyaan umum tentang QRIS
Apakah QRIS statis bisa dipakai berkali-kali?
Ya. Kode statis dapat digunakan untuk beberapa transaksi dengan nilai berbeda. Pembeli mengisi nominal setiap kali membayar.
Apakah QRIS dinamis sama dengan CPM?
Tidak. Artikel ini membahas MPM dinamis: penjual menampilkan kode dan pembeli memindainya. Pada CPM, pembeli menampilkan kode untuk dipindai penjual.
Apakah QRIS dinamis harus memakai mesin EDC?
Tidak selalu. Perangkat atau aplikasi pembuat kode mengikuti layanan penyedia. Tanyakan apakah layanan tersedia melalui aplikasi merchant, kasir, atau integrasi sistem.
Berapa batas pembayaran QRIS?
Bank Mandiri mencantumkan batas maksimal Rp10 juta per transaksi. Batas akun, saldo, atau batas kumulatif dari aplikasi pembayaran juga perlu diperiksa.
Apakah biaya ditentukan oleh statis atau dinamis?
Jangan menentukan biaya hanya dari bentuk kode. Periksa kategori merchant, ketentuan MDR, serta biaya perangkat atau layanan dalam penawaran penyedia.
Apakah QRIS dinamis pasti lebih aman?
Nominal yang sudah terisi mengurangi pekerjaan mengetik, tetapi pembeli tetap perlu mencocokkan nama penerima dan tagihan. Jenis kode bukan jaminan kejujuran penjual.
Sumber dan catatan editorial
Rujukan diperiksa pada 22 Oktober 2026. FAQ disusun dari topik dalam penjelasan BI dan dokumentasi penyedia, bukan klaim peringkat volume pencarian. Contoh belanja merupakan ilustrasi editorial. Ketentuan layanan dapat berubah.
- Bank Indonesia — QRIS dan FAQ
- BRIAPI — QRIS MPM statis dan dinamis
- Bank Mandiri — QRIS, biaya, limit, dan FAQ
- NICEPAY — QRIS Type
Terkait: payment gateway dan cara kerjanya.
