Gunakan ID transaksi sebagai kunci utama, cocokkan nominal kotor, biaya, nominal bersih, waktu, dan status. Pisahkan selisih waktu dari selisih uang, lalu masukkan kasus yang belum cocok ke daftar pengecualian untuk ditelusuri.
Lima kolom minimum untuk rekonsiliasi
Mulailah dengan ID transaksi, waktu, nominal kotor, biaya, dan nominal bersih. Tambahkan rekening tujuan, kanal, serta status bila tersedia. Satu ID harus memiliki jejak dari instruksi hingga hasil akhir; jangan mencocokkan berdasarkan nominal saja karena transaksi bernilai sama dapat terjadi berulang.
Normalisasikan format waktu dan mata uang sebelum membandingkan. Transaksi dekat tengah malam dapat tercatat pada tanggal berbeda. Deskripsi bank juga bisa dipotong atau memakai kode internal, sehingga ID referensi lebih andal daripada nama tampilan.
Pisahkan timing difference dan money difference
Timing difference terjadi ketika transaksi yang sama muncul pada periode berbeda, misalnya laporan platform hari ini tetapi settlement bank besok. Money difference terjadi ketika jumlahnya tidak sama karena biaya, pajak, kurs, potongan, atau kesalahan.
Keduanya tidak boleh dicampur. Timing difference dapat ditandai 'menunggu' dan diperiksa kembali. Money difference memerlukan rincian perhitungan. Bank Indonesia mewajibkan peserta BI-FAST melakukan rekonsiliasi berkala dengan membandingkan data internal dan member statement, secara otomatis atau manual, satu kali atau lebih sehari sesuai profil risiko.
- ✓Matched: ID, nominal, dan status cocok.
- ✓Timing: ID cocok tetapi periode pencatatan berbeda.
- ✓Amount: ID cocok tetapi nominal bersih berbeda.
- ✓Missing: ada di satu sumber, tidak ada di sumber lain.
Bangun exception log yang bisa ditindaklanjuti
Setiap selisih perlu pemilik, tanggal penemuan, nilai, penyebab sementara, tenggat, dan hasil akhir. Ini menghindari kasus hilang di percakapan chat. Lampirkan bukti tanpa menyimpan PIN, OTP, atau data sensitif yang tidak diperlukan.
Tutup kasus hanya setelah ada pasangan catatan, reversal, refund, atau penjelasan biaya yang terdokumentasi. Untuk volume besar, lakukan rekonsiliasi harian dan tinjau tren: lonjakan pending, refund, atau selisih biaya dapat menandakan masalah sistemik.
Siap digunakan
Template rekonsiliasi ringkas
- 1ID referensi unik untuk setiap transaksi.
- 2Waktu dalam satu zona waktu yang konsisten.
- 3Nominal kotor, biaya, dan nominal bersih.
- 4Status pada setiap sumber catatan.
- 5Pemilik, tenggat, dan resolusi untuk setiap selisih.
Pertanyaan umum
Jawaban tanpa istilah rumit
Seberapa sering rekonsiliasi dilakukan?+
Untuk penggunaan pribadi, lakukan saat ada masalah dan secara berkala. Untuk usaha bertransaksi tinggi, rekonsiliasi harian membantu menemukan selisih lebih cepat.
Apakah nominal saja cukup untuk mencocokkan?+
Tidak. Gunakan ID referensi, waktu, kanal, dan nominal karena beberapa transaksi dapat memiliki nilai yang sama.
Apa yang dimaksud exception log?+
Daftar transaksi yang belum cocok, lengkap dengan penyebab sementara, bukti, penanggung jawab, tenggat, dan hasil penyelesaian.
Sumber primer
Rujukan dan verifikasi
Konten diringkas dalam bahasa awam dan ditinjau terhadap sumber resmi. Kebijakan penyelenggara dapat berbeda; periksa syarat layanan yang Anda gunakan.
↗Bank Indonesia — Ketentuan Rekonsiliasi BI-FASTwww.bi.go.id↗Bank Indonesia — Tahap Sistem Pembayaranwww.bi.go.id
